Selasa, 14 Desember 2010

Ingin jatuh cinta ( part 2 ) end

Gadis bodoh ini begitu mengharapkan cinta tumbuh di hatinya, tapi tetap saja ketakutan menghadapi jerat cinta yang memabukkan. Ya akhirnya aku pun bersukur karena telah kehilangan dia. Dia yang tak aku ketahui dimana ia sekarang, dia yang kemungkinan besar mampu memabukkanku. Aku benar-benar bersyukur, cinta tak bisa menjeratku kali ini walau sebenarnya sulurnya sudah menyentuh kakiku. Kau menghilang di waktu yang tepat dan tanpa bekas, tak dapat dipungkiri aku berharap sulurmu itu mengikat kakiku dan selanjutnya seluruh raga dan hatiku tapi dilain pihak aku juga berharap sulurmu mati dan hilang karena aku masih ingin berlari tanpa ikatan cinta yang indah namun kadang menjerumuskan itu. Hati dan logika memang kadang bicara berbeda, dan ketika itu terjadi kita tak bisa mendapatkan keduanya. Seperti itulah yang terjadi pada gadis bodoh ini. Logika telah mengalahkan hati dan cinta pergi tanpa permisi...logika bersyukur karena itu, namun hati menangis karena merindukan cinta.

Hati ini terus mengusik tak mau mengalah begitu saja. Cinta yang hampir didapatnya walau telah pergi tak ingin ia lupakan begitu saja. Ya hati ini masih begitu berharap dan masih tetap menyimpan asa untuk menemukannya kembali. Doa yang dalam selalu ia panjatkan, agar cinta kembali menyentuhnya tak peduli dengan cinta yang dulu atau dengan yang baru. Tapi asanya yang paling besar adalah dengan yang dulu, hati ini masih begitu sangat penasaran untuk mengecapnya. Huh logikapun tak mau menerimanya, harapan pesimistis selalu ia hembuskan dengan selalu meyakinkan bahwa ia benar-benar telah menghilang...tapi kini hati menang, mata ini melihatnya lagi diwaktu hati diambang jurang keputusasaan. Walau ketika itu kita saling berusaha tak melihat, tapi hati ini sudah saling terikat. Dan ia mengirimiku pesan singkat yang tak berati lagi...entahlah bagaiman esok ( hati atau logika yang akan menang)

1 komentar:

PEta Q