Jumat, 10 Desember 2010

Ingin jatuh cinta ( part 1 )

Kemarin aku melihatnya setelah sekian lama tak mampu menemukanya. Kami tak saling menyapa bahkan tak beradu pandang, kami seakan-akan acuh dan berusaha tak melihat. Tapi tahukah kau aku melihatmu, mengenalmu, dan ingin menyapamu. Tahukah kau aku tak sedikitpun melupakanmu. Pertemuan yang singkat dan hanya beradu sapa beberapa kali tersebut telah membekas di hatiku yang dingin ini. Pertemuan yang bisa dikatakan beberapa menit namun hampir setiap hari tersebut begitu syahdu dan penuh kenangan. Tanpa saling berbicara kita sudah saling mengerti. Aku yang bodoh baru meyadarinya ketika untuk bertemu denganmu lagi hampir mustahil. Kesempatan yang sebenarnya dapat kita gunakan untuk saling bicara kini hilang sama sekali. Oh aku begitu gembira ketika kau menghubungiku dengan pesan singkat yang sebenarnya tak begitu berarti. Aku baru sadar waktu itu yang meminta nomorku adalah kamu. Benarkah? Aku kira teman yang lain. Aku tak berharap tapi ini begitu syahdu di hatiku. Hati ini seperi bernyanyi lirih namun bersemangat menyenandungkan bahasa cinta yang aku anggap masih begitu samar.

Aku menyukainya, aku menyukai keadaan ini, ya walau aku tahu ini tidak berdasar. Tidak ada kejelasan sebenarnya apa hubungan kita ini. Bahkan label temanpun sepertinya tak pantas untuk disematkan pada hubungan ini. Aku tak tahu apa-apa mengenaimu begitu pula denganmu kau tak tahu tentangku. Untuk tahu lebih dalampun rasanya tak pantas...siapakah aku ini, atau siapakah kau ini. Kita memang benar-benar bodoh, dan terlalu egois untuk menyapa terlebih dahulu, dan akhirnya aku kehilanganmu...kau tidak lagi mengirimi aku pesan, mungkin karena bosan jarang aku balas. Aku kehilanganmu setelah hampir aku mendekatimu...pesan yang beberapa kali itu telah meluluhkan benteng depan hatiku. Andai saja kau terus ada dan aku tak kehilanganmu mungkin benteng akhir hatiku telah hancur dan pertahanan hatiku luluh (walau sebenarnya itulah yang aku harapkan karena dengan begitu aku dapat bebas dan menghirup aroma cinta yang selama ini begitu aku rindukan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PEta Q