Bila kau yakin bisa, berarti kau pasti bisa...
Kau kalahkan egomu dan kau mendapatkan apa yang kau mau...
Setelahnya tidak akan ada penyesalan karena yang ada hanya kepuasan tiada tara....
Pra Pendakian
Jarum jam menunjukan pukul 21.30 dan gerimis mulai menghilang. Setelah packing selesai kamipun berkumpul dahulu untuk berdoa bersama agar sepanjang perjalanan nanti kami diberi keselamatan dan dapat kembali tanpa kurang sesuatupun.,Amin. Langkah awal adalah langkah paling berat bagiku...baru sampai New Selo saja rasanya sudah mau mati kehabisan nafas padahal baru jalan beberapa menit. Itulah yang dinamakan nafas pertama pendakian dimana tubuh kita sedang menyesuaikan diri dengan jalan yg menanjak plus beban yang berat, ditambah suhu udara malam yang dingin. Perutku terasa kembung dan rasanya ingin muntah..benar-benar suatu perjuangan yang luar biasa untuk tetap berjalan.
Akhirnya aku sudah tidak kuat dan Jo pun membawakan tasku...hhh, syukur ada orang baik seperti Jo yang mau membantu temannnya dalam kesulitan walau diapun dalam kondisi serupa (membawa beban yang lebih berat). kaki terasa ringan dan nafas pun sudah aku atur...ketika itu aku meminta Tasku untuk aku bawa sendiri..hehe, kasihan melihat JO dengan beban seperti itu. Well...akhirnya akupun malah menjadi semangat dan berjalan didepan bersama Resi..malah resi memintaku untuk berjalan di depan karena senterku yang sinarnya berwarna kuning lebih bisa menembus kabut daripada miliknya yang bersinar putih. Jalanan berbatu sangat terjal aku lewati, dan para pendaki lainnya mengikutiku dibelakang...kadang Resi memimpi ketika aku berjalan terlalu lambat. hww..Pass Break..kadang2 terdengar dari salah satu pendaki dan ketika itu pula kami menghentikan perjalanan setidaknya 2-3 menit hanya untuk sekedar duduk ataupun minum. Lambat namun pasti kami berjalan dan ternyata aku dan beberapa teman sudah terlalu jauh dengan Upik dan JO. ternyata Upik kelelahan dan sering istirahat,,lagi-lagi JO membantu untuk berjalan lambat dengan upik.
Kau kalahkan egomu dan kau mendapatkan apa yang kau mau...
Setelahnya tidak akan ada penyesalan karena yang ada hanya kepuasan tiada tara....
Kawah Merapi dilihat dari Pasar Bubrah |
Keyakinan adalah bekalku untuk mendaki merapi, dengan sedikit bumbu berupa perang cerita petualangan lawan teman-teman Mec@_Ric4 R'08 yang Travelling ke Bromo. Semua sempurna untuk mengawali sebuah pengalaman baru. Berawal dari gagalnya rencana untuk mengikuti Festival Pertualangan Nusantara dan keputusan anak-anak satu kelas untuk Travelling Ke Bromo. hemm...Aku yang sudah pernah bertualang ke Bromopun dengan berat hati tidak ikut dan menerima keputusan teman-teman. NAmanya bukan Anes kalo menyerah begitu saja, hati yang bergejolak ingin merasakan sensasi petualangan setelah hampir 3 bulan terkukung dalam tirani KKN_PPL pun mencari agenda pertualangan baru, HHH. Untung ada Jo yang juga tidak bisa ikud ke Bromo karena alasan klasik 'gak punya duit" heheh. Kami berdua menyusun rencana yang kami namakan Underground Plan karena rencana ini dibuat dibawah bayang2 rencana travelling ke BRomo anak2 Mec@_Ric4 R'08 yang sangat terbuka. Ini juga termasuk politik menjaga hati kerena tidak mau teman-teman menganggap kami pembangkang..hehhe..(lebay dikit lah)
Well rencana ini sebenarnya sangat tidak matang karena kondisi alam yang tidak mendukung (sudah musim hujan coy) dan hemm..SIAPA YANG MAU IKUT? apa cuma aku sama Jo saja yang akan mendaki ? Amin my best friend? agak meragukan,..adik2 angkatan? sedang sibuk jadi panitia Semarak Geografi..teman2 yg gak ikud ke bRomo? sepertinya mustahil. Dan baru H-1 semua baru fiks,.mereka yang ikud adalah :
1. Kami yang tidak ikud ke Bromo (Amin, Aku, Jo, dan Upik)
2. Kami Mantan Panitia Semarak Geografi ( Sapto, Pamungkas, Thomas, dan Baskoro)
3. Kami yang tidak ikud ke Nglangeran; acara anak NR'08 (Deni)
4. Kami anggota PURPALA : pura-pura pecinta alam (Resi)
5. Kami anak angkatan baru yang ingin merasakan rasanya menjadi The Real Geography (Jay)
11 Anggota PALAGA |
Menjelang Pendakian
Akhirnya perjalananpun dimulai, kami bersepuluh (Resi sudah menunggu di Jl Magelang) berangkat dari Ormawa pukul 16.30 dengan naik motor di iringi awan mendung yang sempat menggoyahkan semangat. Namun dengan tekad yang kuat kami tetap berangkat. Sampai di daerah Ketep awan yang sudah jenuhpun akhirnya mengeluarkan tetesan hujannya dan mau tidak mau kami harus memaki jas Hujan.
Setelah menempuh perjalanan hampir 2,5 jam akhirnya kami sampai juga basecamp pendakian merapi. Basecamp tersebut merupakan rumah sederhana tempat para pendaki melepas lelah baik sebelum melaukan pendakian ataupun sesudah pendakian. Di basecamp tersebut kita bisa memesan makanan, sholat, tidur, buang air dan menitipkan motor ketika tinggal untuk mendaki. Semua serba sederhana namun sangat mengena...
Akhirnya perjalananpun dimulai, kami bersepuluh (Resi sudah menunggu di Jl Magelang) berangkat dari Ormawa pukul 16.30 dengan naik motor di iringi awan mendung yang sempat menggoyahkan semangat. Namun dengan tekad yang kuat kami tetap berangkat. Sampai di daerah Ketep awan yang sudah jenuhpun akhirnya mengeluarkan tetesan hujannya dan mau tidak mau kami harus memaki jas Hujan.
Foto dulu di depan Ormawa |
Makan NasGor di Basecamp Pendakian |
Pendakian Merapi
Di New Selo menungguku yang sedang kelelahan |
Beristirahat di Watu Belah |
Jarum jam menunjukan pukul 23.30 ketika kita sampai di Watu Belah (pos 2)..kami putuskan istirahat disana untuk sementara waktu sambil menunggu JO dan Upik..atau sekedar makan gula jawa/roti dan minum air untuk memulihkan tenaga. Setelah semua Lengkap kamipun melanjutkan perjalanan..langkah demi langkah semakin berat namun harus tetap semangat,,tak henti2nya mulut ini menyebut Asma_Nya untuk membuatku bisa bertahan. Kami pun istirahat dan ternyata jarak kami dengan JO/upik sudah sangat jauh..dan Resipun membuat keputusan agar kelompok ini tidak berjalan lambat maka dibuatlah 3 kelompok yaitu kelompok cepat, sedang, dan lambat. Kelompok cepat terdiri dari : Resi, Sapto,Thomas, Baskoro dan Jay, Kelompok Sedang : Aku,Amin, Deni, dan Pamungkas, Kelompok lambat : Jo dan Upik. Kelompok cepat merupakan kelompok yg membawa perlengkapan pendakian lengkap seperti tenda dan kompor, mereka bertugas berjalan cepat agar bisa mendirikan tenda dan masak sebelum kelompok sedang dan lambat datang. JAdi mereka berjalan cepat bukan karena egois tapi memang untuk memudahkan kami yg sedang dan lambat agar bisa langsung istirahat ketika sampai.
Pemandangan Sunrise yang memukau |
Kelompok sedang bertugas menjaga jarak dengan kelompok lambat agar bila terjadi sesuatu bisa kami ketahui...Perjalanan kami teruskan, dan aku yang anggota kelompok sedang sampai di pos 3 : Watu Gajah sekitar pukul 02.00 dini hari ketika tenda sudah 90% berdiri. Setelah itu aku dan amin bersiap tidur,,hehe. Tapi sebelumnya kami buat mie dulu.yummi..., setelah itu kelompok lambatpun tiba. Hemm..saatnya tidur..berselimut SB berjaket tebal...beratap tenda di atas gunung teraktif di dunia kamipun semua tidur dengan super nyenyak. Pukul 05.00 pagi kamipun bangun dan memulai aktifitas sarapan, sholat, dan buang air. Pukul 05.30 kamipun mulai perjalanan lagi untuk menuju kawah merapi
Pendakian Kawah Merapi
suatu hal yang sungguh luar biasa ketika kita bangun tidur langsung disuguhi pemandangan sunrise yang luar biasa, kemudain tiba-tiba kita melihat suatu gundukan gunung yang mengepulkan asap...waww,,It is Wonderful Eksperience..Dan kamipun tergugah untuk mendakinya..Berjalan lagi, kini aku tanpa beban karena beban aku tinggal dipos. Aku berjalan menuju puncak bersama Deni, Baskoro, dan Thomas (lalu di susul Jo), Ketika sampai di pasar Bubrah kami sudah malihat beberapa pendaki yang terlihat kecil sekali di puncak. Setelah itu dengan ketetapan hati yang dalam kami memutuskan mendaki gundukan pasir yang labil itu untuk melihat kawah merapi yang fenomenal, yang satu tahun lalu beraktifitas dan memakan banyak korban.
Allahuakbar...Akankah aku dan teman2 mampu mendakinya? kemudian kaki ini melangkah dengan ketetapan dan keberanian. Satu dua langkah awal terasa mudah tapi ketika sampai ditengah2, pijakan dan pegangan semakin labil. Setiap langkahmu tak hanya membahayakan dirimu tapi juga orang lain di bawahnya, karena ketika kau melangkah pijakan batu dan pasir yang labil itu bisa sewaktu-waktu menggelinding ke bawah mengenai orang dibawahmu. Rasanya semenit bagai setahun ketika itu...antara ingin menyerah dan terus bertahan, sehingga kami menyebut tempat pendakian itu sebagai "Lembah Penyesalan".
Dan akupun hampir menyerah ketika pijakan dan pegangan tak lagi mampu menopang tubuh itu..aku aku terbaring diatas pasir yg hampir vertikal tanpa bisa bergerak,,karena kalau begerak aku bisa jatuh,. Hiks..Help me?...beberapa teman sudah diatasku...dan yang paling dekat adalah Deni. Well akhirnya aku dibantu oleh Deni si kecil yang lincah. Setiap langkahku dipandu dan ditolong Deni,hh ketika aku tidak punya pijakan dia memberiku pijakan, dan ketika aku tidak punya pegangan dia mengulurkan tangannya untuk peganganku. Hikss..gak tahu deh kalo gak ada dia..bisa nangis kayak amin mungkin,, sampai2 diberi semangat sama orang lain..heheh. Akhirnya aku sampai juga di Pucak Kawah Gunung Merapi tepat pukul 08.00 WIB hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2011.
disana Sudah ada JO, Baskoro, dan Thomas..yang dari atas tidak henti2nya menyemangatiku untuk terus bertahan dengan mengatakan : Aku Wanita dr Geografi pertama yang pasti mampu mendaki puncak hari itu (thank bgt teman2 ). Setelah itu di belakangku menyusul Resi dan Jay....Waoww..pokoknya ini adalah suatu yang paling membahagiakan : perjuangan yang penuh peluh dan pengorbanan.
Pasar Bubrah : Lembah Datar di Bawah Kawah |
Jalan terjal menuju Puncak ( Lembah Penyesalan) |
Puncak Kawah Merapi Nan Fenomenal |
PALAGA band" keren banget" |
Tidak sampai satu jam kami di puncak merapi dan karena bila menunggu Amin, Sapto, dan Pamungkas sampai puncak itu terlalu lama. Sehinnga diputuskan untuk segera turun..di lembah penyesalan kami bertemu amin cs yang masih berjuang untuk naik. Dan Untung saja perjalanan turun tak sesulit perjalanan naik..heheh malah kayak main plorotan diatas pasir. Yeah...lalu kami kembali ke bacecamp di Watu Gajah dan bersiap packing., Rasanya cuapek luar biasa ketika kami mulai tutun gunung..Ujung-ujung jari kaki sakit ketika menyentuh ujung sepatu...jadi aku saranin kalo turun gunung lbh baik memakai sandal gunung saja. Perjalanan turun kami awali pukul 12.00 dan sampai Bacecamp di New Selo pukul 15.00. Hemm..fakta menarik ternyata Si Jay Maba yang masih unyu-unyu itu hari itu PUasa...wuih..luar biasa.
TIAda kata untuk menggambarkannya...
ketika perjuanganmu berbuah asa....
Mimpimu bukan lah hal yang mustahil...
Bila kau yakin akan adanya kekuatan semangat...
Bekal ku mendaki adalah kata-kata Bella dalam Twiligt : Mind Over Matter (Tekad yang kuat mengalahkan Fisik yang lemah)