Senin, 05 Maret 2012

____H_A_R_A_P_A_N_________


Semua manusia pasti pernah dan bahkan selalu punya harapan. Harapan bagi manusia layaknya nutrisi bagi tubuh, nutrisi berguna untuk keseimbangan tubuh agar tetap sehat atau tidak sakit.  Begitulah harapan, yang merupakan nutrisi bagi tujuan hidup manusia. Tanpanya kita akan sakit dan pelan-pelan akhirnya kita akan mati. Harapan….semua orang pasti punya, bahkan harapan ekstrimpun seperti harapan untuk segera mati bagi orang yang sudah tidak punya harapan untuk hidup. Yeah…membingungkan bukan?
Harapan sering membuat kita melayang dan lupa daratan, lupa akan kenyataan dan pahitnya hidup, bagaikan naik roller coaster kitapun dibuat naik setinggi langgit dan selanjutnya kita didorong jatuh kebawah tanpa peringatan. ITulah harapan yang akan menusuk kita dari belakang kalau kita tidak hati –hati mengendalikannya. Walaupun demikian kita tidak perlu terlalu risau untuk menggantungkan harapan terlalu tinggi asalkan kita tetap punya pegangan pada suatu kenyataan, karena apabila suatu saat terjatuh kita masih dapat berdiri dan bangkit kembali.

Sebenarnya suatu pegangan hanyalah suatu cara untuk mencegah kita menjadi terpuruk bila harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Jadi hal yang paling tepat untuk menjadikan kita benar – benar dalam jalur harapan yang benar tanpa harus jatuh adalah dengan berusaha untuk mewujudkannya jadi nyata. Hidup kita harus didedikasikan hanya untuk meraih harapan tersebut, tujuan kita adalah harapan menjadi nyata, berusaha dan berusaha tanpa takut gagal. Gagal bukan berarti harapan kita tidak tercapai tapi gagal adalah  harapan sudah lebih dekat dengan kenyataan.  Gagal ketika sudah berusaha sekuat tenaga sudah merupakan pengorbanan luar biasa untuk mencapai  harapan dan kita tidak akan menyesalinya karena setidaknya kita sudah mencoba. Rasanya tidak sakit tapi hanya sedikit menyesal saja, dan kita akan segera bangkit.
Harapan,..pada siapakah kita sering berharap? Tentu dengan orang – orang terdekat, kita sering berharap.  Berharap mereka lebih paham akan keinginan kita  yang sebenarnya dibandingkan  orang lain paham akan kita. Itulah mengapa kita menjadi  sering lebih marah pada keluarga / orang –orang terdekat karena suatu kesalahan kecil. Mereka seharusnya paham …tapi mengapa mereka tidak mengerti keinginan sederhana kita, dan kitapun marah. Marah Karena harapan kita tidak dipaami orang terdekat adalah wajar dan sering  terjadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEta Q