Sabtu, 10 Desember 2011

Hitung

AKu menghitung hari... 
ketika detik ini melewati waktukuu 
dengan jari ini ku mulai mengulang apa-apa yang sudahku lewati 
bersama waktu yang mengiringi setiap helaian nafas yang ku hembuskan 

bila dikalkulasi 
berapa harikah yang ku gunakan untuk tidur? 
berapa ucapanq yang menyakitkan orang? 
hingga seberapa kuatkah aku berusaha menggapai hidup duniawi ini?? 
tak bisa...tak ada yang bisa menghitungnya,,, 
kalau begini hanya ada 1 pertanyaan yg mendasar dari hitung2anganku 
seberapa waktu yang kubuang selama ini?

Menapak Jejak Di Gunung Gede Part 2

Tujuan  utama seseorang dalam sebuah pendakian bukanlah mencapai puncak pertama kali diantara kelompoknya, tapi sampai Rumah/ kembali dengan selamat tanpa kurang suatu apapun  (ANonim) 

Rencananya kami akan mendaki 2 gunung sekaligus yaitu Gede dan Pangrango, sehingga pendakian haruslah di mulai sejak pagi yaitu pukul 08.00 WIB.Walau begitu rencana kadang tak sesuai dengan kenyataan karena kami semua terlalu menikmati tidur di basecamp sehingga kebanyakan dari kita bangun kesiangan. Hemm..akhirnya molor deh sampai pukul 09.30. Setelah mengisi kalori  berupa Nasgor lazis harga Rp 10.000, di Kantin dekat basecamp,  kami tidak langsung berangkat tapi  berdoa terlebih dahulu dipimpin oleh mas Bangkit agar kita selamat sampai tujuan hingga kembali lagi ___Aminnn. 
Langkah pertama begitu mendebarkan akhirnya pertualangan yang aku tunggu-tunggu selama ini tercapai juga,wkk.  Tidak lupa beberapa teman seperti mbk NIa, Riris, dan mbk Mifta update status Facebook dulu mengabarkan bahwa kami siap mendaki GP,  hhh akupun juga gak mau ketinggalan mumpung masih ada sinyal.
   
  Di salah satu "track tangga batu" terdapat tulisan
      sejarah letusan gunung Gede

















Track pendakian awalnya berupa tangga-tangga batu yang tersusun rapi dengan pemandangan kanan-kiri pepohonan yang tumbuh rapat. Wilayah TNGP merupakan daerah Konservasi yang dilindungi sehingga  kelestarian vegetasi tumbuhan dan hewannya masih sangat terjaga. Karena kekayaan Biodiversitinya TNGP pun menjadi destinasi utama para akademisi seperti  peneliti, mahasiswa, dan pelajar. Selain itu TNGP juga mempunyai  keindahan alam yang tentunya menarik banyak wisatawan untuk datang kesana.
Kanan _kiri adalah Hutan
Wilayahnya yang mempunyai beragam potensi tersebut ditambah lokasinya yang dekat dengan ibukota menjadikan TNGP menjadi tujuan favorit untuk berlibur, bertualang, dan penelitian penduduk ibukota dan sekitarnya. Hemm...apalagi kalau akhir pekan seperti waktu kita naik gunung,..beragam orang kita temui dari pelajar, mahasiswa, dosen, hingga ibu-ibu Pkk. Perjalananpun sempat terhalang oleh berbagai rombongan tadi  maklum jalan hanya satu jalur.
Tetep Ngeksis di Jembatan kayu yang rapuh
Setelah track tangga batu yang sedikit menanjak, kitapun diberi bonus jalan berupa jalan kayu yang datar. Sebenarnya itu adalah jembatan kayu yang dibawahnya mengalir sungai, sebagian jalan begitu menghawatirkan karena batang2 kayu yang telah aus dan hilang mengharuskan kita untuk ekstra hati-hati ketika jalan kalo gak mau kecemplung ke sungai. Untung ada beberapa jalan yang sudah di semen sehingga  memudahkan perjalanan. Walau begitu kita harus tetap bergantian jalan dengan para wisatawan yang baru turun setelah melihat air terjun Ciwalen.
Jembatan yang sudah di semen walo cukup lebar,
 tetap harus berbagi dengan pengunjung yang lain


Perjalananpun dilanjutkan dan kita akhirnya sampai di telaga biru. Sebuah telaga kecil dengan warna biru kehijauan yang dikelilingi vegetasi hutan yang sangat lebat. disampingnya mengalir sungai kecil sehingga suasana yang tergambar adalah keindahan alam dengan suara alami gemericik air,..wkwkk.
Perjalananpun dilanjutkan setelah berfoto-foto ria disana hhh,,,well MArkinjut ____Mari kita LAnjut.  Track masih berupa tangga batu namun kini sudah mulai tidak teratur disini kita mulai terpisah-pisah. Aku, mbak NIa, mbk Mifta, Amin dan Riris dibelakang mas Warih dan Deni hingga sampai persinggahan Panyangcangan.
Telaga Biru
Sungai dekat Telaga Biru
Setelah persinggahan jalan mulai menanjak dan bervegetasi lebat, akupun yang terlalu bersemangat tanpa sadar terpisah dari rombongan cewek2 dan tergabung dengan rombongan mas Warih dan Deni., sedangkan cwok2 yang lain malah masih dibelakang.  Perjalanan kali ini benar-benar membelah hutan dan sampailah kita di  Objek wisata air panas. hemm..disana akupun menunggu rombongan lain yang masih dibelakang sambil berfoto mengabadikan moment yang tidak mungkin terjadi setiap hari. Akhirnya rombongan cewek-cewek tiba kemudian setelah menunggu beberapa saat  rombongan cwok2 yg lainpun sampai sedangkan Mas Warih dan Deni sudah melanjutkan perjalanan.
 @ Persinggahan Panyangcangan : sebelum terpisah
Tiba-tiba saja Langit mendung dan gerimis kecil mulai datang, rombonganpun tak mau basah dan memutuskan untuk memakai mantol. Well ternyata kita semua tertipu, mendung gelap di langit tidak pernah menjadi hujan dan mantol yang kami pakai malah mengganggu perjalanan, membuat kita gampang berkeringat serta tidak leluasa bergerak.
Papan nama penanda kita sudah sampai di Air Panas
Air Terjun yang panas..hhh 
Ajang pakai-lepas mantol pun berkali kali terjadi..karena setiap hujan, kita baru lepas mantol, dan setiap hujan reda kita baru pakai mantol..hhh. Mulai dari situ entah kenapa badanku  gatal-gatal tidak karuan dari pantat, perut, kuping, kaki, kepala, dan entah dimana lagi bagian tubuhku yang gatal. Gatalnya berpindah-pindah lagi...sungguh-sungguh menganggu perjalanan..hiks :'(. Usut punya usut aku terkena ALERGI DINGIN...WKW. sungguh2 menderita..badan seakan terbakar deh..)'lebay(. Salon pas dan minyak aroma terapi yg super panas gak mampu ngilangin gatalnya. Hwmmm...
Ber-Mantol Ria..(dibelakang kita adalah air terjun yg bgus bgt )
Alhamdulillah akhirnya kitapun  sampai di Kandang Badak (Gatalnya tetap gak mau ilang ) sekitar pukul 16.00 sore . Disana kami mendirikan tenda untuk istirahat tapi ternyata terjadi kesalahan dalam membawa frame (rangka tenda), sempat bingung juga karena masak yang bisa berdiri cuma satu tenda padahal seharusnya dua tenda. Hujanpun tiba-tiba mengguyur dengan deras padahal tenda masih gak karuan. ...(super Ribettt plus Super Gatal).
Tenda yg gak karuan di guyur hujan
akhirnya diputusakan bersama bang Chole' kita menggunakan bangunan tua dekat sumber mata air. Akhirnya hanya satu tenda yg mampu berdiri, dan itulah kamar hotel bintang lima bagi kami cewek-cewek. Sedangkan para cowok harus rela mencari tempat tidur di sela-sela bangunan yang atapnya masih bisa melindungi mereka dari hujan. HHh...sungguh besar pengorbanan mereka, tidak hanya itu kami cewek2 juga  diserviss ala Hotel dibuatkan makanan dan minuman yang nikmatnya melebihi nikmat makanan hotel bintang lima.
Hotel Bintang 5 tempat cewek2 tidur
Malam mulai pekat setelah tenda siap digunakan untuk tidur dan perut kenyang kami cewek2 akhirnya memuuskan untuk beristirahat setelah banyak ngobrol ngalor ngidul. Hemmm...pake SB biar hangat, dan Alhamdulillah berangsur-angsur gatal mulai hilang seiring hilangnya kesadaran kami cwek2. heemm sory teman2 cowok kami tidur dulauan ya....(kasian banget sebenernya mereka).
 PAginya kami sipakan untu mendaki  puncak Gunung Gede,,,,,

BERSAMBUNG..hhh
Part 1

Jumat, 02 Desember 2011

Menapak JeJak Di Gunung Gede Part 1

Melihatnya adalah anugrah yang terindah...
Menjamahnya adalah impian yang menjadi nyata...
Menapakinya adalah dunia penuh bahagia..
Ini Gunung Gede apa Pangrango ya? ato cuma Bukit?
( dilihat dari jalan menuju Basecamp)
.............
Bingung mau nulis dari mana, bagaimana, dan berahir seperti apa untuk kisah perjalan Gunung Gede ini.. ya karena terlalu banyak cerita yang harus dibagi selama 5 hari perjalanan melintas jejak pertualangan... Sebagai info ini  agak bukan gaya ceritaku ketika menulis cerita perjalanan..
Hari Pertama : Kamis Kelabu sekaligus Mendebarkan (10 November 2011)
19.30 : Persiapan untuk untuk berangkat dari kos...there is a problem with my little sister, huh..hampir terlambat menuju stasiun
20.00 : berangkat ke stasiun lempunyangan dari kos
20.20 :naik kereta Kahuripan menuju stasiun Padalarang.
Di Stasiun  Lempuyangan : Sebelum Berangkat

Hari kedua : 
05.30 : sampai Stasiun Padalarang mengerjakan sholat subuh, cuMUk, dll,
Bersantai sejenak di stasiun padalarang sebelum melanjutkan perjalanan
Sebuah pengalaman yang kayaknya bakal sulit terlupakan tapi tidak menutup kemungkinan untuk dilupakan. Jadi inilah cerita ku agar ini tak menguap begitu saja bersama 11 teman lainnya : Amin, Riris, mbk Mifta, mbk Nia, mas Bangkit, mas Adi, Mas Warih, mas Ressi, mas Nipong, Deni, dan Mas Jibon ketika hari pertama menapak tanah Pasundan...wkkk...Hari kedua setelah bersih-bersih diri  di Toilet stasiun kamipun melanjutkan perjalanan dengan menggedong ransel membelah jalan pasar untuk mencari warung nasi.


@ Stasiun Padalarang
Perjalanan semalaman tersebut cukup menguras energi jadi untuk melanjutkan perjalanan kita butuh asupan kalori, dan terpilihlan sebuah warung sederhana dengan pilihan lauk yang cukup menggiurkan. hhh. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan untuk mengejar Bus menuju Bogor Via Puncak. Lagi-lagi kami harus berjalan untuk sampai ke tempat pemberhentian Bus, di sepanjang jalan kami terlihat keren, hhh serasa backpackeran ditengah kota. well...walo capek tapi aku sangat menyukai perjalanan itu habisnya terlihat keren banget sih.wkwkkw. Perjalanan sekitar 10 menit menuju Tol yang namanya entah aku lupa akhirnya selesai juga.,Lalin disana begitu crowded buat menyeberang aja kesulitan..sama kesulitannya kita ketika harus naik bus yang sebenarnya tidak boleh berhenti di Tol. Hemm dengan perjuangan secepat kilat memasuknya Carrier ke bagasi dan bergelantungan naik bis yang sudah berjalan kitapun akhirnya mampu duduk manis di bus jurusan Jakarta-Bogor. Ya tapi efeknya gak karuan karena habis makan lari-lari banyak teman-teman yang mual-mual dan bahkan ada yang mabuk..heheh, alhamdulillah aku enggak kenapa-kenapa.
Kantor TNGP tempat kita mengurus SIMAKSI
Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam, kita turun di Cipanas sekitar pukul setengah 11. Disana sudah ada beberapa angkot warna kuning yang siap mengantar kami ke Cibodas, base camp pendakian Gunung Gede Pangrango. Hemm..dan sekitar pukul 11 tanggal 11, bulan 11, tahun 2011 kita sampai di pos pendaftaran TNGP. Yup 11-11-11-11 adalah waktu bersejarah bagi kita ber dua belas karena inilah awal kita untuk memulai pertualangan.hhhh. Izin SIMAKSIpun di dapat, aku gak tau gimana ngurusnya, karena itu bagian cowok-cowok,kami para cewek hanya menunggu diluar saja.

Nunggu cowok2 yang sedang Jumatan Ditaman Kantor TNGP
Hari itu juga hari yang Mulia yaitu hari JUmat, kaum lelakipun bersiap-siap menunaikan sholat. satu lagi moment yang gak terlupakan sholat jumat di TNGP yang gak mungkin bisa dilakukan setiap minggu sekali.  Setelah itu kami menuju base camp bernama MONTANA.  Disana kami disambut ramah oleh para Volunternya..selama kami disana begitu banyak bantuan yang kami terima. Begitu banyak waktu luang sebelum sore dan beberapa dari kamipun berjalan-jalan..kkk, hiks aku gak ke air terjun.
Jalan menuju basecamp MONTANA
Ketika matahari menyusup keperanduannya perut kami sudah mulai berteriak untuk makan, dan kami para cewek-cewekpun masak dengan bantuan Aa' Volunter Montana (gak tw namanya). Kita masak oseng tempe dan Mie goreng..Yummii
Masak makan malam di basecamp MONTANA
makan malam tak telupakan di basecamp MONTANA
Dan Alhamdulliah malam itu kami bisa tidur nyenyak dengan perut kenyang sebelum besuk pagi menapak jejak ke Gunung Gede. Sungguh rasanya super dingin tidur disana aku sempat beberapa kali terbangun dari tidur karena merasakan hawa dingin yang tidak tertahankan.  Akhirnya matahari manampakkan cahayanya,,kami pun bersiap untuk perjalanan yang sesungguhnya. Setelah sarapan di Kantin sekitar jam setengah 10 kami berangkat dengan iringan doa semoga dapat kembali lagi dengan selamat.
Basecamp MONTANA tempat kita menginap sebelum pendakian di pagi hari
BERSAMBUNG..hhh
Part 2