Selasa, 25 Oktober 2011

Nyanyian tengah malam

Seberapa seringkah kau menyanyi? entah secara langsung atau hanya sebatas nyanyian hati saja. Mungkin bisa dikatakan sangatlah sering. Hidup manusia itu bagaikan nada-nada yang selalu berubah sesuai irama namun konstan dan berulang-ulang. Sejak matahari terbit sampai terbenam hidupmu penuh dengan rutinitas yang berulang namun berbeda, itulah nada kadang pula berbeda bila kita ulangi untuk menyanyikan sekali lagi mungkin ketinggian satu oktaf, atau malah terdengar sumbang. Setiap orang mempunyai nyanyiannya masing-masing dan cara menyanyi orangpun semuanya berbeda-beda, walau kadang beberapa ingin menyamai yang lain dan itu wajar.
Bagaimana dengan nyanyian ku? Aku menyebutnya nyanyian-nyanyian harapan yang kudendangkan setiap malam. Sepanjang siang aku rangkai nada-nada dan meyusuannya menjafi sebuah lagu yang peuh pengharapan pada seseorang yang jauh disana. Nyanyianku akan begitu medu kerika ia menanggapinya dan tiba-tiba berubah sumbang ketika ia sama sekali tak menggubrisnya. pengharapan ini pun bukan sembarang harapan. Aku ingin ia menanggapi nyanyianku dengan apresiasi yang berbeda dan spesial menganggapku sebagai  DIVAnya walau sebenarnya tidak samapi sejauh itu. Dan begitu pagi menjelang, suaraku mulain habis dan mengulanginya lagi dan lagi menyusun nada hingga dia mau setia mendengarkanya. Aku tidak mau penggemar lain dari nyanyianku karena yang aku inginkan hanya dia yang mendengarkannya dan mengapresiasi diriku dengan spesial sebagi DIVAnya. 

Jumat, 21 Oktober 2011

Aku Benci Jatuh Cinta

Cinta akan terasa membahagiakan ketika terbalas, tapi bagaimana kalau itu tak terbalas / hanya satu pihak? pasti akan terasa menyedihkan. Dan yang terjadi terhadap diri ini tepatnya bukan seperti itu tapi ada Cinta yang tumbuh di hati dan tetap tersimpan rapi tak mau keluar, nah lalu bagaimana rasanya? Mungkin, kadang akan  terlalu bahagia ketika melihatnya begitu tumbuh subur, namun dilain pihak juga terasa menyesakkan ketika ruang hati tak lagi mampu menampung pertumbuhannya. Lalu 2 jalan keluar yang harus dipilih yaitu mengeluarkannya atau mematikannya segera mungkin sebelum menjebol pintu hati. Hemm..dan seperti yang sudah-sudah akupun mematikannya dengan perjuangan yang begitu lama dan berat sepertii menakhlukan puncak gunung. Sebenarnya apa yang membuat Cinta itu tumbuh subur? tentu saja harapan-harapan indah yang hanya ada dalam bayang2, dan apa yang membuat cinta begitu menyesakkan? tentu saja adalah harapan-harapan yang ingin sesegera mungkin dikeluarkan menjadi suatu kenyataan. Kemudian ketika harapan itu sudah siap selalu saja ada penghalang kecil yang mengecilkan harapan dan akhirnya membuat patah hati. Walau belum tentu pengahalang itu benar adanya atau hanya semu semata. Ketika orang jatuh cinta bukan hanya harapan indah saja yang ada tapi juga selalu ada prasangka-prasangka buruk yang tentunya mengikuti. 
Ketika itu terjadi hal paling lumrah adalah menyatakannya...? dan aku membencinya karena selalu ada prasangka-prasangka  buruk mengikuti dan akhirnya hal paling sangat lumrah dilakukan adalah mematikannya.
Mungkin aku sekarang sudah siap mematikannya karena prasangka buruknya lebih besar dari harapan indahnya..? Entahnlah...mungkin aku aku menaklukan gunung dulu untuk membuktikannya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

BukiT Bintang" 'A Moment To Remember'

Bukan namanya anak Geografi '08 kalo gak ada acara nongkrong-nongkrong malam. Apalagi setelah hampir 4 bulan tidak berkumpul karena kesibukan KKN-PPL, dan kali ini nogkrong-nongkrong dilaksanakan di Bukit Bintang. Bukit Bintang merupakan tempat anak-anak muda Jogja dan sekitarnya  menikmati indahnya kerlip cahaya kota cahaya Kota Jogja dari atas bukit. Bukit Bintang sendiri terletak di Perbatasan kabupaten Gunungkidul, tempatnya sendiri dikenal dengan nama Hargo Dumilah. Sebagai tempat wisata, Bukit Bintang selain menyajikan keindahan view kota Jogja juga memliki fasilitas-fasilitas seperti restoran, hotel, dan warung kecil-kecilan. Disepanjang jalan juga dapat ditemui para penjual jagung bakar yang tentunya asyik banget kalo dinikmati sambil melihat bintang2 di bawah kita.

Menikmati bukit bintang sebenarnya hal yang biasa bagi ku yang anak Gunungkidul ini, setiap minggu pulang-balik di malam hari selalu melihat pemandangan yang sama, tapi jujur saja mungkin karena terlalu biasanya jadi belum pernah sekalipun berhenti sejenak ataupun mampir ke Salah satu warung untuk sekedar menikmati keindahan bintang2 buatan itu. Dan ketika seorang teman SMS bahwa malam Jumat ini mau nongkrong di bukir sehabis Isya langsung aku terima tanpa banyak pertimbangan. perjalanan seperti biasa molor, tunggu menunggu di depan kampus baru jam setengah 9 berangkat dari kampus, Tunggu menunggu tidak sampai disitu, kami harus menunggu lagi teman di rumah Dimas,..hkkk. Akhirnya kita berangkat dari Banguntapan (SAmid House's) jam 10 malam.
Perjalanan menembus dinginya malam kami nikmati untuk sebuah kebersaman, akhirnya yang ikut ada 3 cewek : Aku, Dita, dan Fika, kalo yang cowok ada 10 orang : Tante Surya, Om am, Simes, Samid, Dono, Wancek, Puron, Toni, Ig-Un, dan Syeh Tarom..Seperti susunan orang klo naik gunung..kk.  Kami bertiga belas menikmati malam Jum'at dengan kebahagian yang sekarang telah menjadi kenangan. Disaat Kota Jogja berpesta pora merayakan Hari jadinya kami malah mengasingkan diri di bukit bintang dan memilih menikmati Jogja dari kejauhan.
Setelah memilih warung dengan pemandangan yang kami anggap bagus, kami kemudian pesan jajanan. Menu yang disajikan bermacam-macam dan tidak mewah, seperti kopi susu, kopi jahe, susu jahe, susu coklat, mie goreng, nasgor, Roti bkar, dll. Aku sendiri memesan Kopi susu dan mie Goreng...semuanya habis 8rb, memang cukup diatas rata-rata. Tapi kalau melihat pemandangan yang tersaji harga segitu tidaklah mahal bukan?kkk
SEmbari menikmati hidangan kami saling bertukar candaan yang tiada habisnya. Malam  yang semakin larut tak kami hiraukan kalau sedang berkumpul-kumpul seperti ini. Apalagi dengan kerlip bintang dibawah kita dan semburat sinar bulan di langit  tentunya malah menambah keakraban kita. Angin malam yang dingin dan kantuk yang menyergap benar-benar kami kalahkan.heheh...
Waktu berbicara...kami harus mengakhiri ini  ketika jam telah menunjukan 00.10..sudah  terlalu malam untuk anak cewek pulang ke kos. (Karena sudah pesan sama Meg (adek) untuk jangan mengunci pintu sebelum pulang atau jangan tidur dulu sebelum aku pulang  jadi aku bisa masuk kos,  dan karena coment si Meg di Fb menyuruhku segera pulang karena dia sudah mengantuk akhirnya akupun berinisiatip mengajak pulang teman-teman). Hiksss padahal jujur saja aku belum puas sama sekali, wong biasanya kalo kami nongkrong pulang jam 01.00. Ini terjadi karena teman-teman cewek yang sering nongkrong sudah pindah kos yang lebih ketat, jadi tempat transit malam kalo habis nongkrong jadi Kos ku deh..kkk, dan mau tidak mau mereka harus mau aku ajak pulang. hiks..hisks.

Fakta menyakitkan ; 
  1. Kami tidak foto2 cz gak ada yang bawa camera,  jadi foto2 yang ada adalah hasil downloatan saja.
  2. Ketika Sampai Kos dengan 3 cwo boncengin 3 cwe di tengah malam, ketahuan bapak-bapak tukang ronda, dan kami kena semprot deh dengan kata-kata kasar " Dasar Celeng". Hiks sedih..padahal murni kami hanyalah cwek2 yang suka berteman saja tidak pernah melakukan hal yang macam2 dan bukan cwek nakal yang kerjaanya keluyuran malam terus.
  3. Kami sampai kos pukul 00.45 dan ternyata pukul 02.00 ada kejadian peledakan ATM BRI, (kami lewati saat pulang dan jaraknya tidak jauh dari kos)